Aku, kita,
kamu merupakan “pendekar” yang selalu sibuk dengan rutinitas hidup yang
terkadang itu sebuah fatamorgana yang berbunga indah dan berkembang cepat.
Pada waktu bersamaan satu hari saya keliling dua negeri yang berdampingan yaitu Surabaya dan Sidoarjo. Dua kota yang sama-sama berinisial ‘S’ ini merupakan dua kota bagi sang pendaki waktu selalu menjadi something baginya.
Pada waktu bersamaan satu hari saya keliling dua negeri yang berdampingan yaitu Surabaya dan Sidoarjo. Dua kota yang sama-sama berinisial ‘S’ ini merupakan dua kota bagi sang pendaki waktu selalu menjadi something baginya.
Dari kota
Surabaya saya menuju kota Sidoardjo untuk silaturahmi ke rumah keluarga temen.
Walaupun hujan turun begitu lebat laksana hujan meteor yang selalu memancarkan
cahayanya ke bumi. Banyak pengalaman, pembelajaran yang didapatkan dari itu
semua, khususnya mengenai perjuangan yang sebenarnya. Dalam setiap apa yang
dilakukan saya selalu berpikir mengenai hal-hal tersebut apakah bermanfaat atau
tidak, memiliki hikmah atau malah memberikan racun bagi hidup saya. Yang
terpenting menjalani itu semua dengan ikhlas.
Sebagaimana
kita ketahui bahwa Allah mengatakan dalam firman-Nya berbunyi kurang lebih ;
“Sesungguhnya apa yang kita anggap itu benar dan baik bagi kita belum tentu itu
baik bagi Allah SWT dan sebaliknya pula dimana sesuatu yang dianggap itu tidak
baik bagi kita tapi belum tentu itu baik bagi Allah SWT”.
Perjalanan itu
memang cukup sulit dilalui dimana habis pulang dari itu ane directly pergi menjemput anak les
private saya di Kejawan Tambak Putih lebih tepatnya di daerah Pembakaran
Sampah. Sesampai di rumahnya ternyata kosong tak berpenghuni otomatis ane
menunggu disitu hampir setengah jam lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar