Minggu, 27 Oktober 2013

Liberalisme Bom “Para Teroris”

Permasalahan yang kita alami sekarang ini sangat komplek dan sarat akan perpecahan, permusuhan satu sama lainnya. Bila dianalogikan “Siapa Kuat Dia yang Menang”.
Dengan berbagai macam cara untuk menghalalkan (red. Misi tertentu), orang berusaha keras untuk menghancurkan islam. Salah satu yang selalu digemborkan mengenali liberalisasi oleh orang-orang yang menganut paham liberalisme.
Di indonesia paham liberalisme sudah benar-benar mempengaruhi semua lapisan masyarakat, baik itu orang yang berpendidikan maupun tidak, ulama atau bukan, dan banyak lagi.
Apa dan Apa Liberalisme

Istilah ‘liberalisme’ berasal dari bahasa Latin, liber, yang artinya ‘bebas’ atau ‘merdeka’. Hingga penghujung abad ke-18 Masehi, istilah ini terkait erat dengan konsep manusia merdeka, bisa semenjak lahir ataupun setelah dibebaskan, yakni mantan budak (freedman).
Liberalisme itu sendiri mengandung prinsip keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik.
Sejarah Kid Ini
Sejarah liberalisme termasuk juga liberalisme agama adalah tonggak baru bagi sejarah kehidupan masyarakat Barat dan karena itu, disebut dengan periode pencerahan. Perjuangan untuk kebebasan mulai dihidupkan kembali di zaman renaissance di Italia. Paham ini muncul ketika terjadi konflik antara pendukung-pendukung negara kota yang bebas melawan pendukung Paus. 
Liberalisme lahir dari sistem kekuasaan sosial dan politik sebelum masa Revolusi Prancis. Liberalisme pada umumnya meminimalkan campur tangan negara dalam kehidupan sosial. Sebagai satu ideologi, liberalisme bisa dikatakan berasal dari falsafah humanisme yang mempersoalkan kekuasaan gereja di zaman renaissance dan juga dari golongan Whings semasa Revolusi Inggris yang menginginkan hak untuk memilih raja dan membatasi kekuasaan raja.
Liberalisme Islam
Di dunia Islam virus liberalisme juga berhasil masuk ke kalangan cendekiawan yang konon dianggap sebagai “pembaharu” (mujaddid). Mereka yang menjadi liberal antara lain: Rifa‘ah at-Tahtawi (1801-1873 M), Qasim Amin (1863-1908 M) dan Ali Abdur Raziq (1888-1966 M) dari Mesir, Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M) dari India, Muhammad Iqbal (1877-1938 M).
Di abad keduapuluh muncul pemikir-pemikir yang juga tidak kalah liberal seperti Fazlur Rahman, Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Mohammed Shahrour dan pengikut-pengikutnya di Indonesia (Lihat: Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age, London, 1962; Leonard Binder, Islamic Liberalism, Chicago, 1988; dan Charles Kurzman, Liberal Islam, New York, 1998; dan Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Jakarta, 1999).
Pemikiran dan pesan-pesan yang dijual para tokoh liberal itu sebenarnya kurang lebih sama saja. Ajaran Islam harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, al-Qur’an dan Hadits mesti dikritisi dan ditafsirkan ulang menggunakan pendekatan historis, hermeneutis dan sebagainya, perlu dilakukan modernisasi dan sekularisasi dalam kehidupan beragama dan bernegara, tunduk pada aturan pergaulan internasional berlandaskan hak asasi manusia, pluralisme dan lain lain-lain.
Dampak Liberalisme
Sungguh banyak dan mengerikan sekali bila liberalisme ini menjadi pedoman hidup kita, karena terlalu banyak hal-hal buruk yang ditimbulkan dari ini semua diantaranya ;Dalam politik, liberalisme ini menentang mati-matian terhadap sentralisasi dan absolutisme kekuasaan. Di dalam ekonomi, adanya batasan intervensi pemerintah terhadapa pasar bebas, yang ini layaknya kapitalisme. Di wilayah sosial, liberalisme itu bermakna emansipasi wanita, dimana tak boleh kita melarang, mengekang kebebasannya, hingga hilangnya rasa kekeluargaan. Dan dalam budaya, liberalisme ini mengekang pribadi seseorang , tidak boleh adanya intervensi pemerintah terhadap gaya hidup seseorang (pornografi, ganja, narkoba, minuman keras, dll).
Sadarkah kita
                Buka hati, buka pikiran yang jernih, dan berkata yang benar. Kita semua tahu mengenai ini semua baik itu orang yang mengaku menjunjung Liberalisme ini maupun tidak, tapi banyak faktor orang yang berhaluan kanan terhadap ini semua (red. Karena uang).
Marilah kita sadari bersama  bahwa ini akan memberikan kehidupan yang rusak total baik di dunia maupun di akhirat. Karena kita tak hanya hidup disini saja tapi di akhirat dipertanggung jawabkan.
                Marilah kita memerangi liberalisme dan sekutu-sekutunya hingga ke akar-akarnya sehingga tak ada lagi yang bisa merusak dunia yang rahmatan lil ‘alamien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar