Dengan berbagai macam cara untuk menghalalkan (red. Misi tertentu), orang
berusaha keras untuk menghancurkan islam. Salah satu yang selalu digemborkan
mengenali liberalisasi oleh orang-orang yang menganut paham liberalisme.
Di indonesia paham liberalisme
sudah benar-benar mempengaruhi semua lapisan masyarakat, baik itu orang yang
berpendidikan maupun tidak, ulama atau bukan, dan banyak lagi.
Apa dan Apa Liberalisme
Istilah ‘liberalisme’ berasal dari bahasa Latin, liber, yang artinya
‘bebas’ atau ‘merdeka’. Hingga penghujung abad ke-18 Masehi, istilah ini
terkait erat dengan konsep manusia merdeka, bisa semenjak lahir ataupun setelah
dibebaskan, yakni mantan budak (freedman).
Liberalisme itu sendiri mengandung prinsip keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik.
Liberalisme itu sendiri mengandung prinsip keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik.
Sejarah Kid Ini
Sejarah liberalisme termasuk juga liberalisme agama adalah tonggak baru
bagi sejarah kehidupan masyarakat Barat dan karena itu, disebut dengan periode
pencerahan. Perjuangan untuk kebebasan mulai dihidupkan kembali di zaman
renaissance di Italia. Paham ini muncul ketika terjadi konflik antara
pendukung-pendukung negara kota yang bebas melawan pendukung Paus.
Liberalisme lahir dari sistem kekuasaan sosial dan politik sebelum masa
Revolusi Prancis. Liberalisme pada umumnya meminimalkan campur tangan negara
dalam kehidupan sosial. Sebagai satu ideologi, liberalisme bisa dikatakan
berasal dari falsafah humanisme yang mempersoalkan kekuasaan gereja di zaman
renaissance dan juga dari golongan Whings semasa Revolusi Inggris yang
menginginkan hak untuk memilih raja dan membatasi kekuasaan raja.
Liberalisme Islam
Di dunia Islam virus liberalisme juga berhasil masuk ke kalangan
cendekiawan yang konon dianggap sebagai “pembaharu” (mujaddid). Mereka yang
menjadi liberal antara lain: Rifa‘ah at-Tahtawi (1801-1873 M), Qasim Amin
(1863-1908 M) dan Ali Abdur Raziq (1888-1966 M) dari Mesir, Sayyid Ahmad Khan
(1817-1898 M) dari India, Muhammad Iqbal (1877-1938 M).
Di abad keduapuluh muncul pemikir-pemikir yang juga tidak kalah liberal seperti
Fazlur Rahman, Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Mohammed Shahrour dan
pengikut-pengikutnya di Indonesia (Lihat: Albert Hourani, Arabic Thought in the
Liberal Age, London, 1962; Leonard Binder, Islamic Liberalism, Chicago, 1988;
dan Charles Kurzman, Liberal Islam, New York, 1998; dan Greg Barton, Gagasan
Islam Liberal di Indonesia, Jakarta, 1999).
Pemikiran dan pesan-pesan yang dijual para tokoh liberal itu sebenarnya
kurang lebih sama saja. Ajaran Islam harus disesuaikan dengan perkembangan
zaman, al-Qur’an dan Hadits mesti dikritisi dan ditafsirkan ulang menggunakan
pendekatan historis, hermeneutis dan sebagainya, perlu dilakukan modernisasi
dan sekularisasi dalam kehidupan beragama dan bernegara, tunduk pada aturan
pergaulan internasional berlandaskan hak asasi manusia, pluralisme dan lain
lain-lain.
Dampak Liberalisme
Sungguh banyak dan mengerikan
sekali bila liberalisme ini menjadi pedoman hidup kita, karena terlalu banyak
hal-hal buruk yang ditimbulkan dari ini semua diantaranya ;Dalam politik,
liberalisme ini menentang mati-matian terhadap sentralisasi dan absolutisme
kekuasaan. Di dalam ekonomi, adanya batasan intervensi pemerintah terhadapa
pasar bebas, yang ini layaknya kapitalisme. Di wilayah sosial, liberalisme itu
bermakna emansipasi wanita, dimana tak boleh kita melarang, mengekang
kebebasannya, hingga hilangnya rasa kekeluargaan. Dan dalam budaya, liberalisme
ini mengekang pribadi seseorang , tidak boleh adanya intervensi pemerintah
terhadap gaya hidup seseorang (pornografi, ganja, narkoba, minuman keras, dll).
Sadarkah kita
Buka
hati, buka pikiran yang jernih, dan berkata yang benar. Kita semua tahu
mengenai ini semua baik itu orang yang mengaku menjunjung Liberalisme ini
maupun tidak, tapi banyak faktor orang yang berhaluan kanan terhadap ini semua
(red. Karena uang).
Marilah kita sadari bersama bahwa ini akan memberikan kehidupan yang rusak total baik di dunia maupun di akhirat. Karena kita tak hanya hidup disini saja tapi di akhirat dipertanggung jawabkan.
Marilah kita sadari bersama bahwa ini akan memberikan kehidupan yang rusak total baik di dunia maupun di akhirat. Karena kita tak hanya hidup disini saja tapi di akhirat dipertanggung jawabkan.
Marilah
kita memerangi liberalisme dan sekutu-sekutunya hingga ke akar-akarnya sehingga
tak ada lagi yang bisa merusak dunia yang rahmatan
lil ‘alamien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar