Senin, 09 Desember 2013

Hati Seorang Hamba

kaki berjalan beriring waktu
ku sadari hidup hanya satu
lama ku lihat itu buntu
karana otak ku budu

aku belajar siang malam
namun tak ada yang berarti
aku bingung setengah mati
karana jiwa mulai bermuram

solat dan berdoa pasti terjadi
tapi hati tak terobati
apalah arti kalau begini
lebih baik mati dengan suci

kebaikan-keburukan sama saja
karana tak ada nilai 
karana tak beruba
keruh air di sungai

tak mengertinya aku tentang hidup
membuat ku sengsara lahir batin
kesalahan telah ku perbuat
berjuta dosa di dalam dada

Tuhan.....
ingin sekali aku melihat-Mu
ingin sekali aku memeluk-Mu
ingin sekali aku berbicara pada-Mu
Tidak...
itu terhalang dengan tembok kehidupan.
yang seakan membatasi kita
menutup hidup menjadi tahanan selamanya

hari demi hari
hati ku semakin kotor dan kotor
aku seakan tak bersyukur 
seakan menghiraukan petunjuk-Mu

realitanya begitu....
aku kebingungan dibuat oleh mata cinta ku
yang silau dengan dunia
silau dengan berbagai hidangan sedap
ala hantu tak bertuhan

ku sadari
hamba hanyalah hamba
seorang yang berhati batu
tapi begitu rapuh

Jumat, 01 November 2013

Sang Pendaki Waktu

Dunia yang selalu berputar ibaratkan jarum jam yang tak pernah berhenti sedikit pun. Membuat para penjajah kehidupan selalu antusias untuk “menggali lubang-lubang” yang bercerita.

Kamis, 31 Oktober 2013

SMART FM....make....SMART MAN_________Musibah membawa Berkah

hari yang luar biasa karna aku ingin luar biasa


tpat pada tanggal 31 Oktober 2013 di Surabaya, saya bersama teman sejawat Mr. Samsul dan Mr. Afrizal pergi ke Smart FM yang berada di hotel D'Season in Surabaya yang menjadi kantornya.
hari ini kami diundang ustad Faqih Syarif untuk ikutan syiaran bersama beliau disini.

Rabu, 30 Oktober 2013

PTK 3

BAB I
PEMBAHASAN
GURU SEBAGAI PENELITI
Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu diperlukan berbagai penelitian, yang di dalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu, guru adalah seorang pencari atau peneliti. Dia tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu, oleh karena itu dia sendiri merupakan subyek pembelajaran. Dengan kesadaran bahwa ia tidak mengetahui sesuatu maka ia berusaha mencarinyamelalui kegiatan penelitian. Usaha mencari sesuatu itu adalah mencari kebenaran, seperti seorang ahli filsafat yang senantiasa mencari, menemukan dan mengemukakan kebenaran.[1]

PTK

MAKALAH
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
“Konsep Dasar CAR”



Oleh :



1.  Abdul Fatah Al Anshori (Dakwah)
2.  Jalaluddin (Dakwah)
3.  Muhammad Arifin Saddoen (Tarbiyah)
4.  Najamuddin (Tarbiyah)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL HAKIM
HIDAYATULLAH SURABAYA
2013

PTK 2

PEMBAHASAN
A. Sejarah Singkat PTK
PTK atau penelitian tindak kelas berasal dari bahasa inggris, (classroom action reseach). Menurut Suharsimi Arikunto (2006) terdiri dari tiga kata, yaitu penelitian, tindakan, kelas. Pertama, penelitian diartikan sebagai kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara atau aturan atau metodologi tertentu untuk menemukan data akurat tentang hal hal yang dapat meningkatkan mutu objek yang diamati. Kedua, tindakan merupakan gerakan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Ketiga, kela adalah tempat dimana terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan menerima pelajaran dari guru yang sama.[1] 

Senin, 28 Oktober 2013

TERORIS YES, TERORIS NO

Strategi serta solusi menanggulangi isu negatif Hidayatullah yang termasuk Organisasi Jaringan Teroris Internasional
Oleh :
Muhammad Arifin Saddoen Al Bangkawy
( Mahasiswa STAI Lukman Al Hakim Hidayatullah Surabaya Semester VII FB : Arifin Saddoen @ : vanobb716@gmail.com )

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Baqarah:190]
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” [QS at-Taubah: 73]