kaki berjalan beriring waktu
ku sadari hidup hanya satu
lama ku lihat itu buntu
karana otak ku budu
aku belajar siang malam
namun tak ada yang berarti
aku bingung setengah mati
karana jiwa mulai bermuram
solat dan berdoa pasti terjadi
tapi hati tak terobati
apalah arti kalau begini
lebih baik mati dengan suci
kebaikan-keburukan sama saja
karana tak ada nilai
karana tak beruba
keruh air di sungai
tak mengertinya aku tentang hidup
membuat ku sengsara lahir batin
kesalahan telah ku perbuat
berjuta dosa di dalam dada
Tuhan.....
ingin sekali aku melihat-Mu
ingin sekali aku memeluk-Mu
ingin sekali aku berbicara pada-Mu
Tidak...
itu terhalang dengan tembok kehidupan.
yang seakan membatasi kita
menutup hidup menjadi tahanan selamanya
hari demi hari
hati ku semakin kotor dan kotor
aku seakan tak bersyukur
seakan menghiraukan petunjuk-Mu
realitanya begitu....
aku kebingungan dibuat oleh mata cinta ku
yang silau dengan dunia
silau dengan berbagai hidangan sedap
ala hantu tak bertuhan
ku sadari
hamba hanyalah hamba
seorang yang berhati batu
tapi begitu rapuh

